Bagai Kacang Lupa Kulitnya

Bagai kacang lupa kulitnya, seperti itulah sikap orang yang tidak bisa menghormati seorang guru. Hal semacam ini sering terjadi pada mereka yang sudah merasa hebat dan bahkan ingin melenyapkan saingannya, termasuk orang yang sudah berjasa mengajarinya ilmu. Ga di dunia persilatan, ga di dunia pendidikan, bahkan di dunia IT pun hal itu terjadi. Ore sangat membenci orang-orang yang seperti itu, mereka tidak pantas mendapat penghargaan ataupun kejayaan. Semua itu tidak akan bertahan lama dan pada akhirnya waktu yang akan bicara. Berikut ini adalah sedikit humor yang ore dapat dari seseorang yang juga sesama blogger. Belum kenal sih tapi tar kenalan deh, orangnya ganteng lho^^. Ini humor tentang murid yang durhaka terhadap gurunya.

Selamat pagi anak – anak ?
Oh selamat pagi bapak guru !
Berkesankah hari liburmu ?
Oh ya boleh juga di bilang lumayan.
Apa yang kalian kerjakan ?
Praktek pelajaran ilmu teluh.
Lalu bagaimana hasilnya ?
Sama sekali Nol besar.
Mungkin bahan – bahanya kurang lengkap ?
Sudah Pak tidak ada yang kurang.
Atau baca manteranya ada yang kelewat ?
Masa kami lupa ? , Gengsi Donk!
Memangnya siapa yang kalian teluh ?
Itu rahasia perusahaan.
Ayo bicaralah terus terang ?
Bapak kepala sekolah .
Haah!!
Kalian memang keterlaluan.

Yang penting di raport dapat tujuh.
Tapi mengapa mesti dia yang di bunuh !?
Lagi pula dia rambutnya bebas gondrong.
Awas nanti saya laporkan ya! , biar polisi tangkap kalian semua.
Silahkan saja bapak lapor, kalau bapak mau kami bikin praktek !
Kalian memeang kurang ajar, sekali – kali mesti di hajar !
Boleh saja bapak menghajar, Kalau memang mau modar.!!!
Semuany a jadi serba salah.
Itu memang suatu resiko.
Menyesal saya ngajari ilmu teluh !
Mendingan bapak pilih pensiun.
Dasar murid tak tahu diri , Tak tahu terimakasih.
Mengapapa bapak meski lapor ? Bukankah kami perlu Praktek ?
Praktek ya praktek, tapi jangan begitu ?
Tapi jangan kepala sekolah !

Sudah bapak jangan ikut campur !!
Nanti saya yang di salahkan !
Halah soal itu ?, masa bodoh !
Kalian mulai makan guru ya ??!!!
Memang begitulah sifat manusia, Kalau mulai punya taring siap makan siapa saja , Guru atau pak Kepala, sodara atau tetangga, Bahkan mungkin rakyat banyak.

BEGITULAH SIFAT MANUSIA KALAU SUDAH MULAI PUNYA TARING, SIAP MAKAN SIAPA SAJA

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

3 Responses to “Bagai Kacang Lupa Kulitnya”

  1. buwel says:

    duuuhhh moga kita bisa nggak kayak gitu ya..

  2. sgenk says:

    Lam kenal :p . . . . . Terus berkarya . . . .

  3. ramuni.net says:

    yg gak punya taring aja rakus XD

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Powered by WordPress | Designed by: Free MMORPG | Thanks to MMO List, Video Game Music and Game Wallpapers