Kisah Tragis Sang Kepiting Yang Marah

Setahun yang lalu, kalau tidak salah tahun 2008, ore berkunjung ke desa di rumah nenek di Indramayu, teman ore disana mengajak ore memancing kepiting. Bagaimana cara memancing Kepiting? Kami menggunakan sebatang bambu, mengikatkan tali kebatang bambu itu, diujung lain tali itu kami mengikat sebuah batu kecil.

Lalu kami mengayun bambu agar batu di ujung tali terayun menuju Kepiting yang kami incar, kami mengganggu Kepiting itu dengan batu, menyentak dan menyentak agar Kepiting marah, dan kalau itu berhasil maka Kepiting itu akan ‘menggigit’ tali atau batu itu dengan geram, capitnya akan mencengkeram batu atau tali dengan kuat sehingga kami leluasa mengangkat bambu dengan ujung tali berisi seekor Kepiting gemuk yang sedang marah.

Kami tinggal mengayun perlahan bambu agar ujung talinya menuju sebuah wajan besar yang sudah kami isi dengan air mendidih karena di bawah wajan itu ada sebuah kompor dengan api yang sedang menyala.

Kami celupkan Kepiting yang sedang murka itu ke dalam wajan tersebut, seketika Kepiting melepaskan gigitan dan tubuhnya menjadi merah, tak lama kemudian kami bisa menikmati Kepiting Rebus yang sangat lezat.

Kepiting itu menjadi korban santapan kami karena kemarahannya, karena kegeramannya atas gangguan yang kami lakukan melalui sebatang bambu, seutas tali dan sebuah batu kecil.

Kita sering sekali melihat banyak orang jatuh dalam kesulitan, menghadapi masalah, kehilangan peluang, kehilangan jabatan, bahkan kehilangan segalanya karena: MARAH .

Jadi kalau anda menghadapi gangguan, baik itu batukecil atau batu besar, hadapilah dengan bijak, redam kemarahan sebisa mungkin, lakukan penundaan dua tiga detik dengan menarik napas panjang, kalau perlu pergilah ke kamar kecil, cuci muka atau basuhlah tangan dengan air dingin, agar murka anda mereda dan anda terlepas dari ancaman wajan panas yang bisa menghancurkan masa depan anda, seperti nasib kepiting tadi.

Nothing Great in the World has ever been accomplished without PASSION.

Both comments and pings are currently closed.

One Response to “Kisah Tragis Sang Kepiting Yang Marah”

  1. Reyvateilia says:

    Buduh?
    yg bener aja…
    belom apa2 page rank dah 3????

    ________________________________________________

    Comment by: Reyvateilia

    Please visit me back! ^^

Powered by WordPress | Designed by: Free MMORPG | Thanks to MMO List, Video Game Music and Game Wallpapers