Paypal sucks ~ $2 yang membawa bencana

PayPal-LimitedHuh, judul kali ini memang agak mengejutkan. Apalagi selama ini ore tidak ada masalah sama sekali dengn yang namanya Paypal setahun terakhir ini. Kejadiannya berawal saat ore berniat untuk membayar penulis konten seharga $2 untuk 2 artikel. Lah, sejak kapan anak SD menyewa penulis kontent? Tentu saja sejak lama. Sebenarnya ore tidak mau terlalau bergantung pada tulisan orang lain. Tapi berhubung bawaannya malas dan banyak tugas menumpuk di dunia nyata, minta bantuan dari penulis adalah pilihan yang tepat. Walau kadang cuma 2 atau 3 job yang datang, kalau bawaannya sudah malas, ya job itu akan lari ke content writer. Masalah kualitas, ore dah gak peduli lagi. Toh ore dah sangat percaya dengan hasil tulisan dari writer yang sering ore sewa.

Jadi, masalah kali ini bukan pada writernya, tapi pada Paypal nya. Beberapa saat setelah ore mengirim uang untuk membayar writer, muncullah email yang menyesakkan dada : “Notification of limited account access” untung ore ga punya penyakit asma, kalo punya bisa tewas ditempat tar *PLAKED*. Panik? Ya tentu saja panik. Gimana ga panik lha wong si Paypal minta bukti untuk transaksi terakhir, yaitu yang dibayarkan kepada penulis kontent. Bukti yang diminta berupa scan tanda terima, foto barang yang dibeli, dan CC statement. Ore cuma punya CC statement dan beberapa bukti diri, berhubung transaksi yang terakhir itu buat beli artikel. Terus apa dong yang bisa diserahkan sebagai bukti lain? Ya dah ore bilang aja ke Paypalnya kalau itu buat bayar artikel. Eeeh, keesokan harinya ore dapat email yang lebih parah lagi, yang bikin jantung mau copot : “Paypal appeal denied“, isi suratnya lebih parah lagi mengatakan bahwa account Paypal ore di close selama 160 hari. WTH! What’s wrong with my account? Apa salahku? Masa hanya karena transaksi $2 bisa berakibat fatal begini? Ore diam sejenak, lalu sesaat setelah itu melayangkan email protes ke pihak Paypal. Alhasil, tidak ada jawaban satupun, bahkan sampai hari ini cuma jawaban ‘robot’ yang ore terima. Kelihatannya mereka sengaja menutup mata dan telinga kalau masalahnya tentang limit (sekalian aja menutup hidung).

Sebenarnya yang ore alami sekarang ini belum seberapa, karena cuma beberapa puluh Dollar yang tertahan disana. Toh masih ada account Paypal lain yang bisa digunakan dan yang ter-limit itu bukan yang utama. Setelah membaca kesaksian dari beberapa orang yang account nya dilimit dan tidak dikembalikan, ore cuma bisa bilang “Paypal Sucks“. Kalau pihak Paypal mau mendengar keluhan ore dan kemudian melepas limit itu, itu mungkin hal yang mustahil. Arrogansi dari suatu perusahaan besar, huh!

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

5 Responses to “Paypal sucks ~ $2 yang membawa bencana”

  1. budi utomo says:

    buat mbak ore,, yang sabar ya. toh yang ter limited bukan account paypal utama jadi ore masih bisa terus berkarya.. yang sabar dan terus layangkan surat ke paypal. mudah2an account nya bisa dibuka lagi.

  2. Ratna says:

    Emang bisa ya anak SD register Paypal ? Mang gimana kamu verifikasinya kalo kamu ngak punya kartu kredit atau umur di bawah 18 taon ? VCC kah atau bank lokal ? Rasa2nya ngak deh.

  3. Atax Blog says:

    yaa semoga gak terulang kembali mbak :).

  4. vpn seller says:

    hmmm apa ore pilih pembayaran yang pembelian barang ya??seharusnya pilih yg personal payment aja biar gak dimintain tanda bukti oleh pihak paypal

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Powered by WordPress | Designed by: Free MMORPG | Thanks to MMO List, Video Game Music and Game Wallpapers